Selasa, 10 Maret 2020

Benarkah Tidak ada kata terlambat dalam belajar ???



Sekolah Dan ngaji keduanya sama pentingnya, mungkin sebagian orang mengatakan tidak ada kata terlambat dalam belajar baik di sekolah maupun belajar mengaji, tapi menurut saya peribadi tetaplah ada kata terlambat terlebih utk hal mengaji....
Koq bisa?????
Bagaimana tidak terlambat,jika seorang anak sdh memasuki dauroh bulugh (baligh)lantas dia blm bisa mengaji, sementara ibadah masyru'ahnya sangat berkaitan dengan lafadz lafadz hijaiyyah, apakah itu tidak hal Yang fatal??  Itulah kerisauan saya sebagai orang tua, walaupun saya bukan ibu dari banyak anak akan tetapi belajar mengaji adalah prioritas utama bagi anak saya.. Itu juga Yang mendorong Dan menyemangati saya selaku orang tua yg bukanlah ahlul Quran Dan ahlul qiro'ah utk menitipkan anak saya di tpq Yang jauh dari tempat tinggal saya, supaya karakter qur'aninya terbentuk sejak dini Dan terlebih anak lebih berdisiplin karena asatidznya bukan termasuk aqorib saya..  Kita sama faham diantara kunci sukses pendidikan anak disamping menitipkan pada guru Yang kualified Dan juga menitipkan guru yg bukan aqoribnya (keluarga atau teman dekat). Semoga kita termasuk orang tua yang tidak melalaikan tugas utama tersebut..
Membentuk generasi ahlut tuqo wan naqo

Selasa, 25 Februari 2020

Kisah Abu Nawas Mencari Neraka



Kisah Abu Nawas Mencari Neraka

Tingkah Abu Nuwas ini tentu saja menggegerkan penghuni Baghdad. Bagaimana mungkin orang secerdas Abu Nuwas berjalan di siang hari ketika sinar matahari menyorot tajam sambil membawa lampu?
‘’Abu Nuwas mulai gila,’’ kata seorang warga Baghdad.
‘’Khalifah Harun Al-Rasyid pasti malu punya staf ahli gila,’’ celetuk yang lain.
Tapi Abu Nuwas tak peduli. Esok harinya lagi-lagi pujangga Baghdad itu keluar rumah, kali ini bahkan lebih pagi, sambil tetap membawa lampu minyak. Dia tak bersuara dan terus bekerja: celingak-celinguk kanan-kiri, sambil tangannya yang membawa lampu minyak digoyang-goyangkan.
Di hari kedua itu, beberapa orang masih menganggap Abu Nuwas waras. Makanya mereka bertanya apa yang dicari Abu Nuwas di siang hari dengan lampu di tangan. Abu Nuwas menjawab singkat:
‘’Saya sedang mencari neraka.’’
Ah, Abu Nuwas mulai gila, pikir mereka.
Maka, ketika di hari ketiga Abu Nuwas tetap melakukan hal yang sama: celingak-celinguk kanan-kiri di rumah orang, sambil tangannya yang membawa lampu minyak digoyang-goyangkan, orang-orang mulai tak sabar. Undang-undang Baghdad melarang orang gila berkeliaran. Berbahaya. Seseorang bisa membunuh orang lain dengan berpura-pura gila, atau mengintip orang mandi dengan pura-pura gila.
Karena itu cerita selanjutnya mudah ditebak: Abu Nuwas ditangkap lalu diserahkan ke istana. Sejumlah musuh politik Harun Al-Rasyid malah gembira, kegilaan Abu Nuwas bisa mereka ‘’goreng’’ untuk menyudutkan wibawa khalifah.
Benar saja, khalifah Harun malu bukan main lalu bertanya dengan nada keras:
‘’Abu Nuwas, apa yang kamu lakukan dengan lampu minyak itu siang-siang?’’
‘’Hamba mencari neraka, paduka yang mulia,’’ jelas Abu Nuwas lancar, tak ada tanda-tanda dia gila.
‘’Kamu gila, Abu Nuwas. Sohih, kamu gila!’’
‘’Tidak paduka, merekalah yang gila.’’
‘’Siapa mereka?’’
Abu Nuwas lalu meminta orang-orang yang tadi menangkap dan menggiring dirinya menuju istana dikumpulkan di depan istana. Jumlah mereka ribuan – ya siapa orangnya yang tak menuduh Abu Nuwas gila jika khalifah sendiri menduganya gila? Setelah mereka berkumpul di depan istana, Abu Nuwas didampingi khalifah Harun mendatangi mereka.
‘’Wahai kalian yang mengaku waras,’’ teriak Abu Nuwas kepada orang-orang di depannya, ‘’apakah kalian selama ini menganggap orang lain yang berbeda pikiran dan berbeda pilihan dengan kalian adalah munafik?’’
‘’Benaaaaar.’’
‘’Apakah kalian juga yang menyatakan para munafik itu sesat?’’
‘’Betuuuuuul. Dasar sesat!’’
‘’Jika mereka munafik dan sesat, apa konsekuensinya?’’
‘’Hai Abu Nuwas, kamu gila ya? Orang munafik pasti masuk neraka! Dasar munafik, kamu!’’
‘’Baik, jika saya munafik, sesat, dan masuk neraka, di mana neraka yang kalian maksud? Punya siapa neraka itu?’’ jawab Abu Nuwas dengan tenang, sambil kali ini lampu di tangannya diangkat tinggi-tinggi seolah dia mencari sesuatu.
Kali ini orang-orang di depan khalifah Harun mulai tak sabar. Mereka merasa diledek dengan mimik Abu Nuwas dan lampu di tangannya.
‘’Hai Abu Nuwas, tentu saja neraka ada di akhirat dan itu milik Allah. Kenapa kamu tanya?’’
‘’Paduka, mohon maaf,’’ kata Abu Nuwas kepada khalifah Harun. ‘’Tolong sampaikan pada mereka, jika neraka ada di akhirat dan yang punya neraka itu adalah Allah, kenapa mereka di dunia ini gemar sekali menentukan orang lain masuk neraka? Apakah mereka asisten Allah yang tahu bocoran catatan Allah? Atau jangan-jangan merekalah yang gila?’’
Ha-haaa-ha … Khalifah Harun Al-Rasyid tertawa kecil. Di matanya Abu Nuwas tetaplah lelaki jenaka. Dia lalu berkata sambil tertawa: ‘’Abu Nuwas, besok siang lanjutkan mencari neraka. Jika sudah ketemu, jebloskan orang-orang ini ke dalamnya … ‘’


Sabtu, 15 Februari 2020

Tips Agar Belajar Tidak Cepat Bosan

Belajar bukan hanya kewajiban bagi pelajar, namun juga merupakan kebutuhan untuk otak kita. Belajar akan menjadi menyenangkan jika kita dapat membuat diri kita nyaman dan betah belajar. Berikut adalah tips cara belajar agar tidak mudah bosan.
1. Belajar sambil mendengarkan musik. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pengaruh musik dengan peningkatan prestasi belajar. Musik membuat kita "mengalir' , dan merangsang pikiran untuk berkosentrasi pada apa yang sedang anda pelajari atau kerjakan . Pilihlah musik klasik atau instrumental, musik lembut dengan beat yang santai, atau bisa juga musik favoritmu.
2. Ciptakan suasana ruang belajar senyaman mungkin agar kamu betah. Kamu bisa menghias ruang belajarmu dengan gambar-gambar pilihan atau kata-kata motivasi. Ventilasi udara juga penting agar kamu tidak merasa kepanasan atau kedinginan. Jangan lupa atur penerangan agar sesuai dengan keperluan, tidak terlalu redup dan tidak pula terlalu silau ya.
3. Atur waktu belajar dengan efisien. Biasakan untuk belajar setiap hari pada jadwal yang telah kamu jadwalkan sendiri. Hindari kebiasaan menumpuk tugas yang perlu dikerjakan sampai menjelang batas akhir waktu ataupun sistem kebut semalam. Cara belajar seperti itu akan membuatmu menjadi pribadi yang harus ditekan untuk bergerak.
4. Belajarlah dengan minat yang besar agar kualitas dan hasil belajar lebih optimal. Minat yang tinggi akan membuatmu semangat menggali berbagai sumber untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan materi yang dipelajari.
6. Pelajarilah teknik belajar yang efektif. Hal ini brtujuan agar kamu belajar dengan waktu yang relatif singkat tapi dengan hasil yang lebih memuaskan. Sebagai contoh TEKNIK PENYEBARAN WAKTU mengajarkan bahwa lebih baik kamu belajar 3 x 1 jam daripada 1 x 3 jam